Peternak Kambing/ Domba di Desa Sigentong Mendapatkan Bimbingan Teknis Budidaya Ternak

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal melalui Bidang Peternakan pada Hari Kamis, 16 September 2021 melaksanakan Kegiatan Bintek Budidaya Ternak Ruminansia Kambing/domba di Desa Sigentong, Kecamatan Warureja dengan peserta dari peternak kambing domba yang berjumlah 25 orang.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan ketrampilan para peternak kambing/domba di Desa Sigentong dalam mengelola budidaya ternaknya agar lebih maju dan dapat berkembang sehingga berdampak positif terhadap pendapatan peternak khususnya di masa Pandemi Covid 19.

Melalui Kepala Bidang Peternakan (Sugiyanto, SP., MM) disampaikan bahwa peternak harus lebih semangat mengelola usaha budidaya ternaknya agar Kabupaten Tegal dapat memenuhi kebutuhan akan daging Kambing/domba karena Kabupaten Tegal terkenal dengan kuliner khas sate kambing/domba.

Selain pengelolaan usaha juga perlunya peternak berkumpul membentuk kelompok. Peternak yang berkumpul dan terstruktur akan lebih memudahkan dalam berusaha. Pemilihan bibit juga berperan penting upaya pengembangan kambing dan domba. Untuk memperoleh hasil yang baik dalam pembibitan kambing dan domba harus memperhatikan juga kaidah kesehatan hewan yang meliputi Situasi Penyakit Hewan, Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Hewan, dan Pelaksanaan Biosecurity.

Dalam pelaksanaan bimtek, dinas menggandeng pelaku usaha (petani peternak muda milenial yang tergabung dalam CV. Pucuk Daun Lestari Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah) yang sudah berpengalaman dalam usaha pengelolaan kambing/domba, agar bisa sharing dengan peserta bimtek dan dapat berbagi ilmunya agar para peternak semakin bersemangat dalam usaha beternaknya. Disampaikan oleh Verra Okti, S.Pt bahwa pakan sangat berperan  penting bagi kambing/domba. Untuk pemenuhan pakan maka ketersediaan pakan yang ada di lokasi juga harus dipertimbangkan. Untuk penggemukan, pemberian pakan harus didukung dengan pemberian limbah pertanian/limbah industri seperti ampas tahu dan bungkil singkong. Untuk kambing perah khususnya, sangat membutuhkan pakan berkualitas dari limbah maupun konsentrat buatan pabrik, sedangkan untuk pembibitan pada saat pemeliharaan cempe dan induk masa bunting juga harus ditunjang dengan pakan tambahan dari limbah industri/limbah pertanian. Selain itu faktor pakan, disampaikan juga bahwa Pasar menjadi pertimbangan utama pada sebuah usaha peternakan. Siapa yang akan membeli, di mana tempat untuk memasarkannya, bagaimana sistemnya, dan berapa kebutuhannya. Jika pasarnya jelas lebih mudah untuk menentukannya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan qurban atau aqiqah, berarti yang dipilih adalah usaha penggemukan. Untuk memenuhi permintaan bakalan, berarti yang dipilih usaha pembibitan, dan bila tujuannya untuk memenuhi permintaan susu, pilihlah usaha kambing perah. Intinya, kita harus jeli melihat dan memanfaatkan peluang usaha yang ada. Apabila kebutuhan untuk kambing qurban sudah jelas ada pasarnya, begitu pula untuk kebutuhan bibit sudah pasti pasarnya. Untuk pemasaran susu kambing perlu penelitian pasar lebih mendalam.

BACA JUGA:  Hadiri G7 Environmental Ministerial Meeting, Indonesia Tekankan Pentingnya Perlindungan Terumbu Karang

Antusias peternak dalam mengikuti bimtek sangat baik terbukti dengan terjalinnya tanya jawab dengan narasumber. – dkpp

Scroll to Top